KPUS Jateng Komitmen Jaga Ketersediaan Telur untuk Masyarakat

oleh -24 Dilihat

Kendal – Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya menjaga stabilitas harga telur sebagai salah satu sumber protein hewani yang paling terjangkau bagi masyarakat.

KPUS menilai sinergi antara peternak rakyat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternak di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Ketua KPUS Jawa Tengah menyampaikan bahwa fluktuasi harga bahan baku pakan akibat dinamika ekonomi global masih menjadi tantangan utama yang dihadapi peternak. Namun demikian, pihaknya mengapresiasi langkah cepat pemerintah melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung yang dijalankan Perum Bulog.

Menurutnya, program tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada peternak rakyat. Distribusi jagung SPHP dinilai mampu membantu menekan biaya produksi sekaligus memberikan kepastian bagi peternak untuk tetap menjalankan usaha di tengah meningkatnya harga pakan komersial.

“Program SPHP Jagung memberikan harapan bagi peternak rakyat agar tetap mampu berproduksi. Ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap sektor peternakan yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Sebagai mitra strategis pemerintah, KPUS Jawa Tengah juga mengambil peran aktif dalam memastikan berbagai program bantuan dan subsidi dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada para peternak. Koperasi turut membantu proses administrasi bagi anggota yang masih mengalami kendala dalam penggunaan sistem digital, termasuk memfasilitasi pencatatan secara kolektif dan memberikan subsidi silang biaya transportasi agar jagung SPHP dapat diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, KPUS menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Bantuan Pangan (Banpang) yang digagas pemerintah. Program tersebut dinilai tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan pasar yang berkelanjutan bagi hasil produksi telur peternak lokal.

KPUS meyakini bahwa integrasi hasil produksi peternak rakyat ke dalam program bantuan pemerintah akan memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan konsumsi protein masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peningkatan serapan produksi telur nasional.

Ke depan, KPUS Jawa Tengah memastikan akan terus berada di garis depan dalam mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Melalui kolaborasi yang erat antara koperasi, pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan, KPUS optimistis berbagai tantangan di sektor peternakan, khususnya terkait harga pakan dan stabilitas harga telur, dapat diatasi secara bersama-sama. Dengan semangat kolaborasi tersebut, KPUS berkomitmen menjaga ketersediaan telur sebagai pangan bergizi yang terjangkau sekaligus memastikan keberlanjutan usaha ribuan peternak unggas di Indonesia.