Peternak Ayam Dorong Kebijakan Berimbang untuk Jaga Produksi dan Ketahanan Pangan

oleh -10 Dilihat

Jakarta – Kondisi peternak ayam petelur dan pedaging menjadi salah satu perhatian utama dalam pertemuan dengan Yudianto Yosgiarso selaku Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN). Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan yang saat ini dihadapi peternak, khususnya terkait perkembangan harga jual ayam dan telur di tingkat peternak, biaya produksi, harga pakan, serta keberlangsungan usaha peternakan.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa tekanan terhadap peternak tidak hanya berkaitan dengan fluktuasi harga jual, tetapi juga adanya kesenjangan antara biaya produksi dengan penerimaan yang diperoleh peternak. Kondisi tersebut apabila berlangsung dalam waktu yang cukup panjang dapat berdampak terhadap kemampuan peternak mempertahankan usahanya dan pada akhirnya berpengaruh terhadap kesinambungan pasokan pangan asal hewan bagi masyarakat.

Persoalan tersebut turut tercermin dari adanya penyampaian aspirasi peternak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejumlah peternak ayam dari Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo sebelumnya berkumpul di halaman Kantor DPRD DIY dengan membawa kendaraan pikap yang mengangkut ayam petelur untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat di kawasan Malioboro. Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi sekaligus upaya menunjukkan secara langsung kondisi yang dihadapi peternak di tengah tekanan harga hasil produksi.

Aksi serupa juga terjadi di wilayah Solo dan sekitarnya. Puluhan peternak ayam petelur dan pedaging menyampaikan aspirasi melalui kegiatan pembagian ayam hidup dan telur kepada masyarakat serta aksi simbolis berupa mandi telur di kawasan Bundaran Gladak. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap rendahnya harga jual ayam broiler dan telur di tingkat peternak.

Berbagai penyampaian aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian bersama dan tidak hanya dipandang sebagai persoalan harga komoditas, tetapi juga sebagai bagian dari persoalan keberlanjutan sektor peternakan. Peternak merupakan salah satu mata rantai penting dalam menjaga ketersediaan pangan asal hewan, sehingga keberlangsungan usaha mereka memiliki keterkaitan langsung dengan upaya menjaga stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat.

Dalam pertemuan dengan Sdr. Yudianto Yosgiarso, para peternak menyampaikan harapan agar pemerintah dapat mengambil langkah yang lebih komprehensif dalam mengatasi persoalan yang terjadi. Pemerintah diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan organisasi peternak dan pelaku usaha sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat mempertimbangkan kondisi nyata di tingkat lapangan, baik dari sisi peternak maupun konsumen.

Aspirasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan sektor peternakan. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain terciptanya iklim usaha yang sehat, terjaganya keseimbangan harga, pengendalian faktor biaya produksi, serta adanya kepastian bagi peternak dalam menjalankan usaha secara berkelanjutan.

Sdr. Yudianto Yosgiarso menilai bahwa penguatan sektor peternakan harus ditempatkan sebagai bagian integral dari agenda ketahanan pangan nasional. Menurutnya, upaya mencapai Indonesia yang semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan tidak hanya membutuhkan ketersediaan produksi, tetapi juga ekosistem usaha yang mampu menjaga keberlangsungan peternak sebagai produsen.

Dengan demikian, persoalan yang dihadapi peternak ayam petelur dan pedaging diharapkan dapat menjadi salah satu bahan evaluasi pemerintah dalam memperkuat kebijakan pangan nasional. Keberpihakan terhadap keberlanjutan usaha peternak, diiringi dengan kebijakan yang menjaga kepentingan masyarakat sebagai konsumen, dinilai penting untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh, stabil, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi peternak, dan pelaku usaha diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret dalam menjaga keberlangsungan produksi ayam dan telur nasional. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis menuju ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional, dengan memastikan bahwa peternak sebagai salah satu garda terdepan penyedia pangan memperoleh kepastian dan dukungan untuk terus berproduksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.