Pascagempa M7,7, Polri Hadir di Manggarai Timur Bantu Warga Terdampak

oleh -44 Dilihat

MANGGARAI TIMUR, NTT — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terus hadir di tengah masyarakat pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT, khususnya Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (15/8/2026) dini hari. Kehadiran personel Polri difokuskan pada penanganan dampak bencana, pendataan korban dan kerusakan, pengamanan wilayah, serta memastikan masyarakat tetap mendapatkan rasa aman di tengah situasi pascagempa.

Gempa bumi terjadi sekitar pukul 04.58 WITA dengan pusat gempa berada di laut, berjarak sekitar 10–15 kilometer dari pesisir Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo. Getaran kuat turut dirasakan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Sempat muncul peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi, namun peringatan tersebut telah dicabut. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena masih terdapat potensi terjadinya gempa susulan.

Berdasarkan pemutakhiran situasi hingga Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 11.45 WITA, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa bangunan. Korban masing-masing Bapak Kritus Nono di wilayah Kecamatan Borong, Umra di Kampung Binaan, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, serta Kornelia Renil dari Golo Pau, Desa Golo Munga, Kecamatan Lamba Leda Utara. Data korban luka-luka masih dalam proses pemantauan dan pendataan lebih lanjut oleh petugas di lapangan.

Ungkapan Belasungkawa Kapolda NTT

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia sekaligus memastikan bahwa jajaran kepolisian akan terus berada di lapangan untuk membantu masyarakat menghadapi situasi pascabencana.

“Atas nama Kapolda NTT dan seluruh jajaran Polda NTT, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara-saudara kita akibat bencana gempa bumi ini. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pesan Kapolda NTT.

Menurutnya, Polri telah mengerahkan jajaran untuk melakukan pemantauan dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui secara cepat kondisi masyarakat, tingkat kerusakan bangunan, fasilitas umum, tempat ibadah, serta infrastruktur yang terdampak gempa.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian. Personel di lapangan terus melakukan pemantauan, membantu proses pendataan, mengamankan lokasi terdampak, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanganan pascabencana. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Data terkini pascagempa

Dampak gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur di Kabupaten Manggarai Timur. Puskesmas Waelengga mengalami kerusakan pada gedung dan pagar. Gereja Paroki St. Yosep Kisol mengalami kerusakan, sementara Jembatan Wae Mokel di Kelurahan Watunggene dilaporkan retak.

Gedung Dinas Kehutanan Waelengga yang dihuni Bapak Servas Pencok mengalami kerusakan parah dengan perkiraan kerugian sekitar Rp150 juta. Kerusakan parah juga terjadi pada Gedung Bank BRI KCP Borong, Gedung Paroki St. Gregorius Borong, serta Bengkel Mobil Otobos di Waereca.

Selain kerusakan bangunan, akses jalan Waelengga–Borong tepatnya di wilayah Tekoteang untuk sementara tidak dapat dilalui akibat tertutup longsoran kayu dan batu berukuran besar. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas mengingat jalur tersebut juga berpotensi mengalami longsor susulan.

Kerusakan cukup signifikan juga terjadi pada sejumlah tempat ibadah di wilayah hukum Polsek Lamba Leda Utara. Sejumlah gereja mengalami kerusakan, antara lain Gereja Paroki St. Petrus Paulus Dampek yang mengalami rusak berat, serta Gereja St. Agustinus W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.