Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyatakan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan uji materi Undang-Undang
Tag: Fernando EMaS
PRESISI Harus Jadi Pondasi Etos Kerja Polisi Modern
Jakarta – Direktur Rumah Politik sekaligus pengamat politik, Fernando Emas, menegaskan bahwa reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus memperoleh dukungan
Ekspektasi Publik Meningkat, Polri Tampil sebagai Lembaga Paling Efektif Menurut Survei
Jakarta – Kepercayaan publik terhadap kinerja penegakan hukum di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran mendapat apresiasi positif, sebagaimana yang disebutkan oleh survei terbaru Rumah
Setahun Prabowo-Gibran, Fernando Emas: Mari Suarakan Kritik dengan Elegan
Jakarta – Menjelang peringatan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berbagai kalangan menyerukan agar aksi-aksi refleksi
Polri Hadirkan Robodog hingga ROPI, Fernando: Inovasi yang Penuh Makna
Jakarta – Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan puncak perayaan HUT Bhayangkara ke-79 di Monas yang
Pakar : Waspada Peringatan IWD 2025 Ditunggangi Motif Politik Sempit
Jakarta – Sangat disayangkan kalau benar ada penyimpangan isu yang akan diangkat terkait dengan peringatan Hari Perempuan Sedunia pada tanggal 8 Maret
Dugaan Kesengajaan Tutupi Skandal Suap Rp 920 Miliar, Pengamat Minta Jampidsus Febrie Adriansyah Dicopot
Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menegaskan bahwa dugaan sengaja tidak mengungkap asal-usul uang suap senilai Rp920 miliar dalam dakwaan
Kritik Usulan Reposisi Polri, Fernando Emas : Agenda Tersembunyi & Disinyalir Pesanan Pihak Tertentu
Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menegaskan bahwa sampai saat ini Kepolisian Republik Indonesia Indonesia (Polri) masih memiliki semangat untuk
Dominus Litis di KUHAP Ditolak, Fernando Emas : Memungkinkan Jaksa Intervensi Penanganan Perkara
Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menyatakan bahwa usulan Jaksa untuk memasukkan asas dominus litis dalam Rancangan KUHAP sebaiknya ditolak.

